Setiap Orang Punya Selera Traveling Tersendiri

FUN with Orang Utan di Pangkalan Bun! Akhir Agustus lalu liat perdana pesawat Sriwijaya Air & Fly Nam Air dengan livery orangutan dan akhirnya ikutan juga di Orang Utan, event lari sekaligus penggalangan dana donasi pelestarian orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting. Temen-temen yang udah beli paket trip di traveloka juga bisa nikmatin serunya lari dan nanti kami akan menyusuri sungai dengan kapal klotok untuk liat orangutan langsung di Taman Nasional Tanjung Puting! Ga sabar!

Cruising day di Taman Nasional Tanjung Puting. Kembali naik kapal klotok buat nyusurin Sungai Sekonyer menuju camp pelestarian orangutan bareng temen-temen dari sriwijaya air dan fly nam air setelah event lari untuk donasi orang utan. Entah kenapa ya klo naik kapal kayu kaya gini bawaannya langsung chill banget, santai maksimal, menyenangkan banget ada di kapal, liat sekeliling ijo-ijo, nikmatin nature (kadang ada bekantan keliatan, kapalnya langsung merapat ke pinggir), makan sambil liat pemandangan, ini mevvah.

Karena one day trip, jadi kami mampirnya ke Camp Tanjung Harapan buat liat langsung orangutan di habitat aslinya, plus ada penyerahan donasi juga dari sriwijaya air group fly nam air dan pendukung orang utan buat pelestarian orangutan (diterima langsung sama Prof Birute, dia kereeen banget, udah hampir 50 tahun mendedikasikan diri buat pelestarian orangutan).

BEDA PILIHAN SOAL TRAVELING

Makanya kalo ada yang nanya gw selalu bilang:
Coba banyakin pengalaman dulu, coba ke destinasi yang beda-beda, nanti kalian akan tau cocok dan paling happy nya dengan experience yang mana.

Misalnya nih, kalian ga gitu suka laut, ga pengen panas-panasan, ya gapapa!

Gw sering posting lagi nyelem, tapi klo kalian ga seneng laut ya ga perlu ikutan pergi ke laut kok, doku-doku sendiri, masa tripnya ke mana mau diatur-atur, ya ngga?
Jadi coba tanya ke diri kalian:
1. Traveling kaya apa sih yang kalian pengen?
2. Kalo bisa, kemudahan apa sih yang kalian pengen saat traveling? (entah soal tour, transport, attractions atau apapun)
3. Nah, menurut kalian siapa sih yang dapet wujudkan trip impian kalian ini?

Solo Trip Bukan Hal yang Tak Ladzim Bagi Traveler

Jalan kemarin banyak buangett yang nanya “kok sendirian?” Cuma kujawab “iya” sambil nyengir kuda, tapi dalam hati mengumpat “terus kenapa?? What’s wrong??”. Selama masih ada tripod, timer kamera, payung, persediaan jajan yg mumpuni, dan background syantikk…tidak ada yang salah dengan ‘sendirian’, dan itu sama sekali bukan sesuatu yang perlu dikasihani.

Yang penting kan mainnya bukan ke rumah begal, dan aku yakin masih banyak orang baik di luaran sana. Buktinya kemarin hp ku ‘hampir ilang’ 2 kali..tapi alhamdulillah masih rezekiku ditemuin sama orang2 baik. Solo trip begini emang ngga seasik dibandingin bareng temen seperjalanan dan sejurusan. Tapi kalo sendirian, aku pribadi jadi lebih terbuka terhadap lingkungan sekitar, kenalan baru, dan lebih banyak mengumbar senyum. Kalo bareng temen kan pikirannya ‘yang paling penting kalian, yg penting ada kalian, bodo amat sama orang lain’. Selamat berakhir pekan guys, jangan lupa dolan.

Hidup dan masalah adalah 2 sejoli yang tidak bisa dipisahkan, mereka jalan berdampingan. Masalah yang bertubi2 datang dan pergi, mungkin akan membuat hidupmu frustasi. Daripada itu, sambil kau menyelesaikan runyamnya masalahmu.. berbuat manfaat utk hidup orang lain akan jadi pemanis tersendiri untuk hidupmu. Seperti Bara. Masalahnya mungkin seberat dunia, tapi tidak berarti buta dengan hidup sekitarnya.

Walaupun pada akhirnya tumbang dengan cobaan yang diberikan oleh Penciptanya. Hal lain yang bisa aku petik dari novel ini adalah, jangan jadikan gunung sebagai pelampiasan. Pelampiasan artinya adalah luapan berbagai emosi yang ingin ditumpahkan di gunung yang dirasanya akan membuat jiwa lebih tenang.

Tapi pikirlah, segala hal yang dilakukan dalam emosi tidak stabil tak karuan akan membutakanmu dalam banyak hal, termasuk keselamatan, yang bisa mengantarkanmu pada jurang kematian yang konyol. Mati konyol di gunung karena kelalaian diri (bukan faktor alam) sama sekali bukan akhir hidup yang terhormat. Terimakasih Mas Aldi telah mengingatkan bahwa fiksi juga tidak selalu indah, seperti hidup pada kenyataan, dan tokoh utama tidak selalu sempurna seperti cerita kebanyakan.

Pegunungan di Switzerland Sungguh Mengesankan

Senja yang indah di Hl. Geist Kasern Ahrntal -S. Spirito Casere, Tyrol Selatan. Wilayah South Tyrol di Italia membuat saya takjub, dikelilingi oleh pegunungan dan lembah yang indah (dan gereja yang instagramable), setiap subregion memiliki pemandangan luar biasa yang tidak akan Anda percayai keberadaannya.

Saya telah menghabiskan beberapa hari di sini, dengan tim visit south tyrol dan master photo tour, menemukan tempat-tempat yang tidak populer di South Tyrol. Saya tergugah untuk membagikan lebih banyak pemandangan tidak nyata dari wilayah ini dan membuat Anda bermimpi untuk bepergian ke tempat ini.

Setiap hari adalah petualangan baru di South Tyrol. Kami bangun jam 4 pagi untuk mengejar matahari terbit di sini, pemandangan itu meniup pikiran saya. Setiap tempat di Dolomites tidak pernah berhenti membuat saya takjub. Tips : Jika Anda ingin bepergian ke South Tyrol, Anda dapat memesan penerbangan ke Venesia karena tidak ada bandara di South Tyrol Atau Anda dapat menemukan akomodasi di Brixine dan naik mobil ke South Tyrol.

Gunung Tre Cime

Apa momen favorit Anda saat mendaki gunung? Saya suka berada di pegunungan, dikelilingi oleh alam, cuaca dingin (saya lebih suka cuaca dingin daripada cuaca hangat) dan teman baik.

Kemarin saya mendaki beberapa gunung di Tre Cime, Dolomites di wilayah South Tyrol. Itu adalah pengalaman yang luar biasa karena saya melakukannya dengan teman baik saya. Selalu merasa diberkati dan bersyukur untuk semuanya.

Kami direndam dalam hujan selama berabad-abad dan putus asa tentang misi matahari terbenam. Kemudian Kami memutuskan untuk mendaki tempat lain dan berharap cuaca akan menjadi lebih baik. Saya benar-benar lelah, tidak tidur nyenyak hampir selama seminggu, bangun sangat pagi setiap hari untuk mendapatkan foto yang bagus. Saya berpikir saya tidak akan berhasil pada waktu yang tepat.

Tapi saya memaksakan diri untuk berjalan lebih cepat dan lebih cepat bahkan saya kedinginan, dan semuanya basah. Ketika saya sampai di puncak, hujan berhenti, langit mulai cerah, dan pemandangannya benar-benar membuat saya tercengang.

Terkadang kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada akhirnya. Yang bisa kita lakukan hanya jangan pernah menyerah dan percaya pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukannya.

Berkeliling Kota Barcelona dan Madrid di Eropa

Holaaaa barcaa!!! Tadinya disini mau sehari aja, eh akhirnya perpanjang gara-gara masih penasaran sama kota ini! Seneng banget akhirnya ke sagrada familia karyanya gaudi, pas liat aslinya super amazing banget ternyata setinggi itu dan dalemnya… buset dah gak heran sih kalo pembangunannya baru selesai tahun 2026.

Foto depan mobil, angkat jempol.. mari kita teriak.. DAHSYAT, lol! Btw, Bye barcelona, nice to see u. Keindahan kota Barcelona melebihi ekspektasi yang ada di pikiran saya. Semua tentang Barcelona memiliki ceritanya masing – masing. Dari bangunan – bangunan dengan desain yang vintage sampai dengan pantai yang membuat saya merasa sangat tenang dan nyaman.

Duduk di sekitaran pantai sambil melihat kerumunan yang lewat satu demi satu. Ada yang menggoes sepeda, ada juga yang menggunakan skate board. Ditambah lagi, seluruh orang di Barcelona ini rasanya memiliki selera fashion yang sangat bagus sekali.

Tujuan selanjutnya adalah Madrid. Mendengar kota ini, sudah pasti dapat dikaitkan langsung dengan tim sepakbola Eropa yang sangat kuat dan tak terkalahkan ini. Saya ingin merayakan kemenangan Real Madrid melawan Bayern Munich pada Liga Champion semalam. Hari ini saya akan menyaksikan pertandingan Real Madrid melawan Leganes di salah satu stadion terbesar disini yaitu Estadio Santiago Bernabeu. Rasanya saya sudah tidak sabar menunggu para pemain Real Madrid di lapangan hijau yang sangat luas ini.

Setelah melihat pertandingan yang tak terduga ini (Ya, beneran tak terduga karena saya tidak tahu bahwa Madrid akan bertanding), akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Sampai jumpa Madrid! Terima kasih telah memberikan memori dan pengalaman yang tak terlupakan terutama di stadium yang sangat megah sekali yaitu di Estadio Santiago Bernabeu.

Pertandingan kemarin malam sangat mengesankan sekali. Sungguh suatu kebanggaan dapat melihat tim sepakbola ini bertanding secara langsung. Ngomong – ngomong, hal yang paling saya sukai tentang Madrid adalah taman kotanya. Sungguh nyaman melihat pemandangan hijau apalagi cuaca pada saat sore hari menuju malam. Sekali lagi, terima kasih Madrid!

Perjalanan Berhari – Hari Mendaki Puncak Gunung

Hallo Sahabat Petualang. Bagi saya, Traveling tak pernah membosankan. Selalu ada kejutan di segala penjurunya yang tak terbantahkan. Ada kehangatan yang ditawarkan, di tengah dingin yang menusuk badan. Ada alam yang selalu memanggil kembali di antara kabut pagi yang menyelimuti.
Terlahir di Indonesia adalah anugerah, kemanapun tujuanmu berlibur dapat kamu pilih secara acak namun pasti menyajikan keindahan yg mutlak. Seperti saat secara random saya memilih bersantai di Pink Beach Komodo. Negeri ini sudah jelas keindahannya, tapi yang penting adalah attitude kita terhadap alamnya. Harus dijaga! Buang jauh – jauh keinginan untuk buang sampah sembarangan, jika kamu masih mengaku orang Indonesia! Lindungilah laut kita dengan mengurangi sampah plastik sekali pakai.
“Mendaki itu harus membawa peta” ucapan ini selalu digaungkan oleh wak Bongkeng  karena pendaki yang benar harus memiliki tujuan yg jelas dan menguasai medan. Begitu pula dalam hidup harus punya arah. Hari ini saya memulai perjalanan trekking menuju Annapurna BaseCamp. Bismillah.

Menuju lodge terakhir sebelum menapaki AnnapurnaBaseCamp dini hari. Memasuki ketinggian 3700an mdpl diperlukan asupan air yang teratur, langkah perlahan yang fokus diiringi napas yang tertata agar terhindar dari altitude mountain sickness. Plus tentunya semangat yang tak kalah tinggi dari sang Annapurna.

Alhamdulillah setelah berhari-hari trekking saya berhasil mencapai AnnapurnaBaseCamp yang memiliki ketinggian 4.130m dpl. Menaiki & menuruni bukit, menyebrangi sungai, mencumbu jutaan anak tangga, bertahan melawan udara dingin, menyesuaikan diri dengan kadar oksigen yang kian hari kian menipis, dan tentunya bergulat habis-habisan dengan ratapan, rengekan & kemauan ego diri sendiri yang terus merong-rong namun berhasil kuatasi.
Menikmati setiap detik perjalanan itu penting. Memaknai nya sangat jauh lebih penting. Pada akhirnya kita menikmati hasilnya. Kemanapun kaki melangkah, di ketinggian berapapun, sejauh apapun, tak boleh lupa bersyukur terlahir sebagai manusia Indonesia. Namun ini belum tujuan utama. Karena tujuan utama sesungguhnya adalah kembali turun dan pulang dengan selamat. Selamat mendaki gunung dan jangan lupa utamakan keselamatan ya.

Bagan Menjadi Kota Wisata Terbaik di Myanmar

Tempat ini mengingatkan saya pada trekking terakhir saya yaitu di Basecamp Annapurna. Masih keinget banget gimana rasanya trekking buat summit sendirian dari Machapuchare Basecamp ke Annapurna Basecamp jam 2 siang dikepung kabut sepanjang jalan. Kepala udah pusing dan nafas jadi pendek karena AMS, kabut tebal dicampur butiran es kecil, dan udah kecapean banget tapi masih maksa trekking karena cuma punya waktu yang sempit. Satu setengah jam akhirnya sampai juga di Annapurna Basecamp, rasa haru campur bahagia banget karena bisa sampai di point ini, my first 4000 Masl. Pendakian paling memorable bagi gue, yang bakalan selalu diinget.

Pemandangan matahari terbit yang ada di Bagan, Myanmar merupakan salah satu momen terindah yang pernah saya saksikan di hidup saya. Yang selalu diinget 2 hari sunrise disini adalah pas sunrise hari kedua bareng febrian lari-larian ngejar balon udara yang semakin menjauh. Yang pengen ke Bagan dan lihat hot air ballon harus datang di waktu yang tepat yaitu antara Bulan November – Maret ketika musim dimana hot air ballon ini diterbangkan.

Sampai jumpa Myanmar. Bagi saya, bagan adalah destinasi favorit saya yang ada di Myanmar, terutama dengan adanya balon udara. Masih inget banget betapa girangnya gue dan febrian pas liat sunrise dua kali di Bagan. Momennya epic banget! Dan juga sunset di Bagan nggak kalah cakepnya baik di temple atau liat dari sungai Ayeyawardy. Kali ini harus berpisah sama febrian, terima kasih banget feb suka duka selama perjalanan yang nggak ada rencana sama sekali ini. Ini first overseas trip gue bareng temen, biasanya selalu sendiri, kali ini ada temen, enaknya bisa sharing cost, punya tukang foto yg cakep, dan bisa berbagi suka duka diperjalanan sama-sama.

Sekarang lagi nikmatin KL dulu sebentar, harusnya lanjut ke Kamboja, Laos dan Vietnam, buat nuntasin trip keliling Indocina ini, tapi sayangnya badan udah capek dan keburu bosan juga, ditambah udah kangeeeen banget sama kota Bandung!

Colosseum Terkenal dan Terpopuler Sejak Zaman Romawi Kuno

Roman forum dikelilingi oleh banyak sekali bangunan kuno yang sudah ada sejak zaman dahulu kala dari Roma yang berlokasi di Colosseum yang sangat populer ini. Banyak banget yang bisa dilihat dari sini kalau pengen tau sejarah era Romawi. Dan keindahan area ini paling cocok dinikmatin dari Palatine Hill, bukit kecil disebelahnya. Biasanya tiket atraksi wisata ini udah dibundle dengan tiket Colosseum.

So happy have been here! Biasanya cuma liat Vatikan dari tayangan misa natal di TV doang, kali ini langsung kesini. Dari dulu udah adore banget ama arsitektur dari Basilica St. Peter, bisa ngerasain atmosfir langsung basilica terbesar di dunia ini ya seneng banget!

Our favorite corner in Cappadocia, mulai dari nongkrong pas sunrise atau buat sunsetan, betah banget disini. Kalau ditanya pengen balik lagi nggak ke Cappadocia? Pengen bangeeeet!

Magnificent sunset at Üzümlü Kilise, Cappadocia. Make sure you go to this spot when you go to Cappadocia, must and worth to visit! Letaknya cuma 7KM dari Goreme, aksesnya mudah banget bagi yang pengen jalan sendiri, bisa bawa kendaraan sendiri tinggal pake google maps sebagai penunjuk arah. Datanglah 1,5 jam sebelum sunset, biar suasana masih sepi dan kita bisa cari spot yang paling nyaman. Di area ini jg tersedia cafe-cafe dengan view panorama sunset.

The gloomy Istanbul, sore kemarin nikmatin pemandangan Blue Mosque dan Hagia Sophia dari Seven Hills rooftop Restaurant. Tempat ini rekomen banget kalau mau liat pemandangan old city pas lagi sunset dengan pemandangan Blue Mosque, Hagia Sophia dan pesisir Istanbul. Sayangnya kemaren cuaca mendung sore harinya dan dingin banget gak karuan tapi tetep bertahan di rooftop sana, karena viewnya cakep banget.

Ini salah satu keseruan pas naik motor keliling Cappadocia kemaren, nemu kuda, langsung febrian jiwa kebapakaannya keluar pengen ngasih makan anaknya. Btw, Goodbye Cappadocia, moga someday bisa balik lagi kesini, bareng siapa? Hahaha sekarang waktunya explore Istanbul. Penasaran banget enaknya ngapain aja dan kemana aja di Istanbul. Ada rekomendasi?

Traveling Sendirian Selalu Memberikan Banyak Pembelajaran

Disaat emang lagi kangen liburan gini, seneng banget rasanya bisa camping kayak semalem. Salah satu hikmah selama pandemic ini jadi stay lama dirumah, udah hampir 2,5 bulan, dan jadi banyak punya waktu buat explore pantai dekat daerah sendiri. Salah satunya pantai ini, pantai Tanjung Kemirai namanya, enaaaak banget buat dijadiin spot santai, view cakep, masih sepi, tanpa sinyal sama sekali, bakalan balik lagi buat camping disini sih!

Ngebolang lagi hari ini, maen ke Danau Kaolin yg famous ini, mungkin karena kepagian jadi masih sepi, karena katanya bisa rame banget dg pengunjung lainnya pas main kesini, apalagi pas weekend begini.

Walaupun dari kecil sebenernya udah terbiasa liat bekas galian tambang timah ini yg sekarang menampung air bersama berbagai macam endapan mineral sampai akhirnya menjadi danau dengan warna yg cantik ini. Sebenernya nggak cuman biru, danau-danau kaolin disini ada yg berwarna hijau, hijau tosca, kuning hingga hitam pekat, tergantung mineral yg terkandung di dalamnya. Sangat dilarang untuk berenang disini, salah satunya karena kandungan mineral di dalamnya cukup keras.

Salah satu perjalanan solo gue yg paling mengesankan: trip to Ladakh. Nekat dadakan sendiri, bahkan visa bikin 48jam sebelum keberangkatan dan tiket pun beli setelah visa approve. Nekat! Kalau gak gitu gue gak berangkat berangkat ke Ladakh, secara rada trauma solo trip ke India

Tapi ternyata Ladakh berbeda. Mungkin karena lebih dekat ke Tibet area, daerah ini lebih banyak mirip ke arah sana pengaruhnya dari pada ke India itu sendiri. Makanya rada berbeda rasanya. Yg gue rasain bgt di Ladakh itu: hidup dalam kesederhanaa yg seada-adanya, 6D5N journey yg ngajarin banget pelajaran hidup, susah dijelasin, tapi bagi gue perjalanan ke Ladakh itu kayak perjalanan spiritual.

Karena serba keterbatasan tadi, mau nggak mau kita dituntut untuk hidup dalam kesederhanaan, dan di Ladakh inilah kita bisa meraup pelajaran tadi sebanyak-banyaknya. Tinggal di tempat yg sederhana, makan sederhana, dan cara-cara hidup lainnya yg sederhana. Tapi dg view yg spektakuler disana, hidup yg sederhana tadi bikin kita ngerasa bersyukur banget berada diantara keindahannya, damai banget rasanya lingkungan disana, terutama di Pangong Tso area dan Nubrah Valley. Beruntung waktu itu diberi kesempatan buat merasakan pengalaman disana

Cara Travel Blogger Jalan Jalan Gratis

Di era serba digital ini, traveling bukan sekedar menjadi hobi semata. Banyak sekali orang yang bisa menghasilkan uang dengan cara menjadi travel blogger. Ada banyak cara kreatif yang kini dapat dilakukan untuk bisa menghasilkan uang dari internet.

Salah satu yang sangat nyata adalah travel blogger. Tentu saja jika melihat sosial media para travel blogger, rasanya sangat senang dan indah sekali. Setiap hari pergi berjalan – jalan keliling dunia namun masih bisa tetap menghasilkan uang.

Nah, Pernah ga sih terpikir bagaimana langkah awal untuk mulai menjadi travel blogger? Berikut ini ada tanya jawab dengan seorang pendaki gunung profesional yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk traveling.

Kemarin-kemarin banyak pertanyaan lucu di comment gue tentang “Bex, kok bisa jalan-jalan mulu caranya gimana?” Okay Anda bertanya Abex menjawab:

– bex, duit nya banyak amat sih jalan-jalan mulu, kok bisa? *gue aminkan dibilang banyak duit 🙂 yah bisa ajah selama ada kemauan pasti bisa jalan2
Ga perlu banyak duit jg sih, cari pekerjaan yg bisa bikin elu jalan-jalan jg bisa…

– bex, om-om nya pasti kaya banget yah?
*hahahhaa… Ga perlu jual diri kok buat jalan-jalan.. Ada Om Abex.

– bex, lu ngabisin uang orang tua yah buat jalan2?
*gue bersyukur sampe skrg belum pernah minta uang ke orang tua gue buat ngetrip
Dan lebih bersyukur lg dgn hasil usaha sendiri .

– bex, kok bisa bolak balik Nepal terus?
* pertama kali kesana gue ada kerjaan, yg kedua gue liburan sama temen-temen gue, yg kemarin gue kerja juga..

– bex, gimana caranya bisa jalan-jalan terus?
* luangin waktu, bikin plan, persiapan dan berangkat deh. Jangan banyak mikir, “Hidup itu Dijalanin, bukan Dipikirin”

Jalan-jalan itu bukan harus destinasi yg jauh kok, keliling musium di jakarta jg udah jalan-jalan. Yg penting ada manfaat dari jalan2 tersebut.
Kalo dapet rezeki buat jalan2 ke destinasi yg jauh, bersyukur dan yg lain gak perlu nyinyir.. Krna nyinyir itu tanda kurang piknik

Soo… Udah kejawab kan?
Usaha… Usaha… Usahaaa..

Nikmatnya Berlibur Di Pulau Pahat Sambil Melihat Konservasi Penyu

Berlibur di pulau bisa kamu jadikan sebagai salah satu alternatif ketika menjalani liburan bersama keluarga ataupun teman. Salah satunya adalah dengan traveling ke Pulau Pahat yang berlokasi di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau.

Untuk bisa sampai ke Pulau Pahat, para wisatawan harus melakukan perjalanan sekitar 45 menit dari Tarempa, ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas dengan menggunakan transportasi kapal boat. Namun ketika berlibur ke sini, jangan lupa membawa kamera karena lokasi ini memiliki sejumlah spot menarik dan bagus untuk pengambilan foto.

Dengan gugusan pantai pasir putih yang bersih, Pulau Pahat juga merupakan salah satu kawasan konservasi Penyu sisik dan juga Penyu Hijau yang dilakukan oleh SKK Migas dan Premier Oil Natuna demi menjaga ekosistem laut dan juga menjaga kelestarian Penyu dikawasan tersebut.

Avicenia Darwis yang merupakan kepala perwakilan Sumbagut mengatakan konservasi Penyu ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian industri hulu migas terhadap lingkungan sekaligus merupakan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar,”Bersama masyarakat, kita semua melakukan penjagaan terhadap lingkungan dan wilayah yang memang langsung bersentuhan langsung dengan industri migas.”kata Avi.

Secara alamiah, Penyu Sisik dan Penyu Hijau datang ke Pulau Pahat untuk bertelur dimalam hari dimana mereka bertelur di hamparan pasir putih pada bulan Januari hingga April atau bulan Mei sampai bulan Agustus. Ratusan telur tersebut lalu dirawat oleh para warga dan SKK Migas dan Premier Oil Natuna agar anak-anak Penyu bisa hidup dan berkembang dengan baik sekaligus menjaga ekosistem laut.