Jangan Takut Memulai Berinvestasi Saham

Mau mulai investasi saham? Nyebur aja dulu. Sering sekali ada pertanyaan bagaimana caranya memulai berinvestasi disaham. Jawabannya adalah jangan kebanyakan mikir, mulai saja terlebih dahulu.. Investasi saham itu mirip – mirip seperti berenang, memahami banyak teori bukan jaminan sukses berinvestasi disaham⁣⁣.
⁣⁣
Kalau hanya teori, dosen-dosen ekonomi sudah kaya raya dari hasil berinvestasi saham.⁣⁣ Faktor psikologis merupakan faktor penting dalam berinvestasi dan kurang diperhatikan. Rasa takut, serakah, berhati-hati, main aman, semua bercampur aduk ketika mulai berinvestasi. Semua pengalaman itu baru bisa didapatkan ketika kita sudah nyebur!
⁣⁣
Tentu mempunyai pemahaman dasar investasi itu penting, namun kemampuan melihat relevansi antara pemahaman fundamental dengan pengaruhnya terhadap harga saham itu jauh lebih penting. Dan ini baru didapat ketika kita sudah mempunyai pengalaman⁣⁣. Makanya investasi mulailah dari sekarang, walaupun baru dana kecil, jangan ditunda-tunda lagi⁣⁣.

Berinvestasi saham seperti layaknya berjalan dalam kabut⁣. Bukan karena tidak ada yang dilihat, kebalikannya, karena terlalu banyak yang dilihat, didengar, disarankan sampai membuat kita bingung mana jalan yang benar?⁣

Setiap hari ada lautan informasi yang menciptakan ketakutan dan kebingungan.. apakah itu perang, demo, resesi, dan lainnya. Bila itu yang terjadi maka selalu kembalilah pada dasarnya. Apakah semua ketakutan itu begitu riil hingga akan membuat kinerja emiten pilihan kita akan jatuh dan terancam dalam kebangkrutan ?⁣

Apakah kondisinya semengerikan itu hingga kita terancam menjadi seperti Venezuela? Bila jawabannya tidak, maka mungkin itulah saat yang tepat kita lebih serakah ketika orang menjadi takut. Sering kita mendengar hidup adalah 10% apa yang terjadi dan 90% bagaimana kita bereaksi. Peribahasa yang sama juga relevan ketika kita berbicara investasi saham. Kita boleh memiliki keyakinan, tapi pasar itu dinamis, terus berubah.

Mau Mulai Investasi Saham? Pakai Jasa Broker Aja!

Kita meyakini 2019 akan menjadi tahunnya Saham, nyatanya hingga bulan October IHSG masih minus -2,5%, sementara investasi Pendapatan Tetap malah naik 10%. Baru 6 bulan lalu para investor berbondong-bondong membeli saham GGRM hingga 100 ribu. Sekarang ketika harganya hanya 50 ribu, tekanan jual tetaplah tinggi. Bagaimana kita bereaksi terhadap perubahan yang membuat perbedaan besar. Meyakini kita tetap benar ketika banyak orang mengatakan salah, atau mengakui kita salah ketika perubahan memang menunjukkan itu.

Tetap kuat ketika melawan arus sendirian, dan lapang dada ketika fakta ternyata berbeda dan terus berubah. Pada akhirnya kemampuan kita beradaptasi dengan bereaksi yang membedakan kita akan menjadi pemenang atau pecundang dalam berinvestasi disaham.

Cara Tepat Mengatur Keuangan untuk Pasangan

Mengatur keuangan waktu masih jomblo alias belum menikah itu pasti beda sama waktu udah berumah tangga. Ada beberapa pengeluaran dan kebutuhan yang bertambah, salah satunya dana pendidikan anak.

Nah, sebagai orang tua yang cerdas finansial, Mom and Dad pastinya mau punya masa depan keluarga yang cerah dong, makanya harus bijak dan pintar mengatur keuangan keluarga. Kunci keharmonisan keluarga salah satunya itu dari cara mengatur keuangan loh. So, kira-kira tips apa nih yang bisa kamu kasih untuk pasangan muda atau yang akan segera menikah?

Mengatur Keuangan dalam Rumah Tangga

Gunakan 7 Cara Mudah Ini untuk Mengatur Keuangan Keluarga

Siapa disini yang sudah menikah dan berumah tangga? Mungkin sebagian orang yang berumah tangga akan mengalami sedikit kesulitan karena harus beradaptasi dengan banyak hal baru termasuk dalam pengelolaan keuangan. Nah, supaya para mom dan dad tidak terjerumus, coba simak tips mengelola keuangan berikut ini.

  1. Kumpulkan Informasi Keuangan Sebanyak-banyaknya
    Kalian bisa menemukan banyak informasi keuangan dimana saja kok. Bisa dari TV, Youtube, artikel, atau sosial media lainnya seperti instagram. Informasinya beragam, mulai dari perencanaan keuangan keluarga dari awal menikah, persiapan punya anak, bahkan sampai dana pendidikan anak.
  2. Manfaatkan Asuransi
    Mungkin pas masih jomblo, asuransi kurang terasa manfaatnya bahkan ada yang tidak dipakai sama sekali. Tetapi pas sudah menikah, asuransi ini nolong banget. Baik asuransi dari kantor, BPJS, atau asuransi kendaraan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Lebih baik siapkan segala asuransi yang dibutuhkan dari sekarang.
  3. Selalu Buat Budgeting untuk Keluarga
    Coba deh sekarang setiap ada transaksi keuangan selalu dicatat, pemasukan dan pengeluaran, harian, mingguan, sampai bulanan. Supaya tau nih duit gajian dtang dan pergi kemana saja. Ini juga sebagai persiapan karena setelah menikah bakal muncul beberapa pengeluaran baru.
  4. Berinvestasi untuk Masa Depan Anak dan Keluarga
    Dari mudah sudah investasi dan semakin dewasa justru semakin menjadikan investasi sebagai sohib sejati. Mulai dari keinginan nyekolahin anak, menghidupi keluarga termasuk anak, membahagiakan anak juga untuk kebahagiaan kamu dan pasangan di masa depan agar tidak ada generasi sandwich.