Solo Trip Bukan Hal yang Tak Ladzim Bagi Traveler

Jalan kemarin banyak buangett yang nanya “kok sendirian?” Cuma kujawab “iya” sambil nyengir kuda, tapi dalam hati mengumpat “terus kenapa?? What’s wrong??”. Selama masih ada tripod, timer kamera, payung, persediaan jajan yg mumpuni, dan background syantikk…tidak ada yang salah dengan ‘sendirian’, dan itu sama sekali bukan sesuatu yang perlu dikasihani.

Yang penting kan mainnya bukan ke rumah begal, dan aku yakin masih banyak orang baik di luaran sana. Buktinya kemarin hp ku ‘hampir ilang’ 2 kali..tapi alhamdulillah masih rezekiku ditemuin sama orang2 baik. Solo trip begini emang ngga seasik dibandingin bareng temen seperjalanan dan sejurusan. Tapi kalo sendirian, aku pribadi jadi lebih terbuka terhadap lingkungan sekitar, kenalan baru, dan lebih banyak mengumbar senyum. Kalo bareng temen kan pikirannya ‘yang paling penting kalian, yg penting ada kalian, bodo amat sama orang lain’. Selamat berakhir pekan guys, jangan lupa dolan.

Hidup dan masalah adalah 2 sejoli yang tidak bisa dipisahkan, mereka jalan berdampingan. Masalah yang bertubi2 datang dan pergi, mungkin akan membuat hidupmu frustasi. Daripada itu, sambil kau menyelesaikan runyamnya masalahmu.. berbuat manfaat utk hidup orang lain akan jadi pemanis tersendiri untuk hidupmu. Seperti Bara. Masalahnya mungkin seberat dunia, tapi tidak berarti buta dengan hidup sekitarnya.

Walaupun pada akhirnya tumbang dengan cobaan yang diberikan oleh Penciptanya. Hal lain yang bisa aku petik dari novel ini adalah, jangan jadikan gunung sebagai pelampiasan. Pelampiasan artinya adalah luapan berbagai emosi yang ingin ditumpahkan di gunung yang dirasanya akan membuat jiwa lebih tenang.

Tapi pikirlah, segala hal yang dilakukan dalam emosi tidak stabil tak karuan akan membutakanmu dalam banyak hal, termasuk keselamatan, yang bisa mengantarkanmu pada jurang kematian yang konyol. Mati konyol di gunung karena kelalaian diri (bukan faktor alam) sama sekali bukan akhir hidup yang terhormat. Terimakasih Mas Aldi telah mengingatkan bahwa fiksi juga tidak selalu indah, seperti hidup pada kenyataan, dan tokoh utama tidak selalu sempurna seperti cerita kebanyakan.

Pegunungan di Switzerland Sungguh Mengesankan

Senja yang indah di Hl. Geist Kasern Ahrntal -S. Spirito Casere, Tyrol Selatan. Wilayah South Tyrol di Italia membuat saya takjub, dikelilingi oleh pegunungan dan lembah yang indah (dan gereja yang instagramable), setiap subregion memiliki pemandangan luar biasa yang tidak akan Anda percayai keberadaannya.

Saya telah menghabiskan beberapa hari di sini, dengan tim visit south tyrol dan master photo tour, menemukan tempat-tempat yang tidak populer di South Tyrol. Saya tergugah untuk membagikan lebih banyak pemandangan tidak nyata dari wilayah ini dan membuat Anda bermimpi untuk bepergian ke tempat ini.

Setiap hari adalah petualangan baru di South Tyrol. Kami bangun jam 4 pagi untuk mengejar matahari terbit di sini, pemandangan itu meniup pikiran saya. Setiap tempat di Dolomites tidak pernah berhenti membuat saya takjub. Tips : Jika Anda ingin bepergian ke South Tyrol, Anda dapat memesan penerbangan ke Venesia karena tidak ada bandara di South Tyrol Atau Anda dapat menemukan akomodasi di Brixine dan naik mobil ke South Tyrol.

Gunung Tre Cime

Apa momen favorit Anda saat mendaki gunung? Saya suka berada di pegunungan, dikelilingi oleh alam, cuaca dingin (saya lebih suka cuaca dingin daripada cuaca hangat) dan teman baik.

Kemarin saya mendaki beberapa gunung di Tre Cime, Dolomites di wilayah South Tyrol. Itu adalah pengalaman yang luar biasa karena saya melakukannya dengan teman baik saya. Selalu merasa diberkati dan bersyukur untuk semuanya.

Kami direndam dalam hujan selama berabad-abad dan putus asa tentang misi matahari terbenam. Kemudian Kami memutuskan untuk mendaki tempat lain dan berharap cuaca akan menjadi lebih baik. Saya benar-benar lelah, tidak tidur nyenyak hampir selama seminggu, bangun sangat pagi setiap hari untuk mendapatkan foto yang bagus. Saya berpikir saya tidak akan berhasil pada waktu yang tepat.

Tapi saya memaksakan diri untuk berjalan lebih cepat dan lebih cepat bahkan saya kedinginan, dan semuanya basah. Ketika saya sampai di puncak, hujan berhenti, langit mulai cerah, dan pemandangannya benar-benar membuat saya tercengang.

Terkadang kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada akhirnya. Yang bisa kita lakukan hanya jangan pernah menyerah dan percaya pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukannya.

Berkeliling Kota Barcelona dan Madrid di Eropa

Holaaaa barcaa!!! Tadinya disini mau sehari aja, eh akhirnya perpanjang gara-gara masih penasaran sama kota ini! Seneng banget akhirnya ke sagrada familia karyanya gaudi, pas liat aslinya super amazing banget ternyata setinggi itu dan dalemnya… buset dah gak heran sih kalo pembangunannya baru selesai tahun 2026.

Foto depan mobil, angkat jempol.. mari kita teriak.. DAHSYAT, lol! Btw, Bye barcelona, nice to see u. Keindahan kota Barcelona melebihi ekspektasi yang ada di pikiran saya. Semua tentang Barcelona memiliki ceritanya masing – masing. Dari bangunan – bangunan dengan desain yang vintage sampai dengan pantai yang membuat saya merasa sangat tenang dan nyaman.

Duduk di sekitaran pantai sambil melihat kerumunan yang lewat satu demi satu. Ada yang menggoes sepeda, ada juga yang menggunakan skate board. Ditambah lagi, seluruh orang di Barcelona ini rasanya memiliki selera fashion yang sangat bagus sekali.

Tujuan selanjutnya adalah Madrid. Mendengar kota ini, sudah pasti dapat dikaitkan langsung dengan tim sepakbola Eropa yang sangat kuat dan tak terkalahkan ini. Saya ingin merayakan kemenangan Real Madrid melawan Bayern Munich pada Liga Champion semalam. Hari ini saya akan menyaksikan pertandingan Real Madrid melawan Leganes di salah satu stadion terbesar disini yaitu Estadio Santiago Bernabeu. Rasanya saya sudah tidak sabar menunggu para pemain Real Madrid di lapangan hijau yang sangat luas ini.

Setelah melihat pertandingan yang tak terduga ini (Ya, beneran tak terduga karena saya tidak tahu bahwa Madrid akan bertanding), akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Sampai jumpa Madrid! Terima kasih telah memberikan memori dan pengalaman yang tak terlupakan terutama di stadium yang sangat megah sekali yaitu di Estadio Santiago Bernabeu.

Pertandingan kemarin malam sangat mengesankan sekali. Sungguh suatu kebanggaan dapat melihat tim sepakbola ini bertanding secara langsung. Ngomong – ngomong, hal yang paling saya sukai tentang Madrid adalah taman kotanya. Sungguh nyaman melihat pemandangan hijau apalagi cuaca pada saat sore hari menuju malam. Sekali lagi, terima kasih Madrid!

Perjalanan Berhari – Hari Mendaki Puncak Gunung

Hallo Sahabat Petualang. Bagi saya, Traveling tak pernah membosankan. Selalu ada kejutan di segala penjurunya yang tak terbantahkan. Ada kehangatan yang ditawarkan, di tengah dingin yang menusuk badan. Ada alam yang selalu memanggil kembali di antara kabut pagi yang menyelimuti.
Terlahir di Indonesia adalah anugerah, kemanapun tujuanmu berlibur dapat kamu pilih secara acak namun pasti menyajikan keindahan yg mutlak. Seperti saat secara random saya memilih bersantai di Pink Beach Komodo. Negeri ini sudah jelas keindahannya, tapi yang penting adalah attitude kita terhadap alamnya. Harus dijaga! Buang jauh – jauh keinginan untuk buang sampah sembarangan, jika kamu masih mengaku orang Indonesia! Lindungilah laut kita dengan mengurangi sampah plastik sekali pakai.
“Mendaki itu harus membawa peta” ucapan ini selalu digaungkan oleh wak Bongkeng  karena pendaki yang benar harus memiliki tujuan yg jelas dan menguasai medan. Begitu pula dalam hidup harus punya arah. Hari ini saya memulai perjalanan trekking menuju Annapurna BaseCamp. Bismillah.

Menuju lodge terakhir sebelum menapaki AnnapurnaBaseCamp dini hari. Memasuki ketinggian 3700an mdpl diperlukan asupan air yang teratur, langkah perlahan yang fokus diiringi napas yang tertata agar terhindar dari altitude mountain sickness. Plus tentunya semangat yang tak kalah tinggi dari sang Annapurna.

Alhamdulillah setelah berhari-hari trekking saya berhasil mencapai AnnapurnaBaseCamp yang memiliki ketinggian 4.130m dpl. Menaiki & menuruni bukit, menyebrangi sungai, mencumbu jutaan anak tangga, bertahan melawan udara dingin, menyesuaikan diri dengan kadar oksigen yang kian hari kian menipis, dan tentunya bergulat habis-habisan dengan ratapan, rengekan & kemauan ego diri sendiri yang terus merong-rong namun berhasil kuatasi.
Menikmati setiap detik perjalanan itu penting. Memaknai nya sangat jauh lebih penting. Pada akhirnya kita menikmati hasilnya. Kemanapun kaki melangkah, di ketinggian berapapun, sejauh apapun, tak boleh lupa bersyukur terlahir sebagai manusia Indonesia. Namun ini belum tujuan utama. Karena tujuan utama sesungguhnya adalah kembali turun dan pulang dengan selamat. Selamat mendaki gunung dan jangan lupa utamakan keselamatan ya.

Bagan Menjadi Kota Wisata Terbaik di Myanmar

Tempat ini mengingatkan saya pada trekking terakhir saya yaitu di Basecamp Annapurna. Masih keinget banget gimana rasanya trekking buat summit sendirian dari Machapuchare Basecamp ke Annapurna Basecamp jam 2 siang dikepung kabut sepanjang jalan. Kepala udah pusing dan nafas jadi pendek karena AMS, kabut tebal dicampur butiran es kecil, dan udah kecapean banget tapi masih maksa trekking karena cuma punya waktu yang sempit. Satu setengah jam akhirnya sampai juga di Annapurna Basecamp, rasa haru campur bahagia banget karena bisa sampai di point ini, my first 4000 Masl. Pendakian paling memorable bagi gue, yang bakalan selalu diinget.

Pemandangan matahari terbit yang ada di Bagan, Myanmar merupakan salah satu momen terindah yang pernah saya saksikan di hidup saya. Yang selalu diinget 2 hari sunrise disini adalah pas sunrise hari kedua bareng febrian lari-larian ngejar balon udara yang semakin menjauh. Yang pengen ke Bagan dan lihat hot air ballon harus datang di waktu yang tepat yaitu antara Bulan November – Maret ketika musim dimana hot air ballon ini diterbangkan.

Sampai jumpa Myanmar. Bagi saya, bagan adalah destinasi favorit saya yang ada di Myanmar, terutama dengan adanya balon udara. Masih inget banget betapa girangnya gue dan febrian pas liat sunrise dua kali di Bagan. Momennya epic banget! Dan juga sunset di Bagan nggak kalah cakepnya baik di temple atau liat dari sungai Ayeyawardy. Kali ini harus berpisah sama febrian, terima kasih banget feb suka duka selama perjalanan yang nggak ada rencana sama sekali ini. Ini first overseas trip gue bareng temen, biasanya selalu sendiri, kali ini ada temen, enaknya bisa sharing cost, punya tukang foto yg cakep, dan bisa berbagi suka duka diperjalanan sama-sama.

Sekarang lagi nikmatin KL dulu sebentar, harusnya lanjut ke Kamboja, Laos dan Vietnam, buat nuntasin trip keliling Indocina ini, tapi sayangnya badan udah capek dan keburu bosan juga, ditambah udah kangeeeen banget sama kota Bandung!

Colosseum Terkenal dan Terpopuler Sejak Zaman Romawi Kuno

Roman forum dikelilingi oleh banyak sekali bangunan kuno yang sudah ada sejak zaman dahulu kala dari Roma yang berlokasi di Colosseum yang sangat populer ini. Banyak banget yang bisa dilihat dari sini kalau pengen tau sejarah era Romawi. Dan keindahan area ini paling cocok dinikmatin dari Palatine Hill, bukit kecil disebelahnya. Biasanya tiket atraksi wisata ini udah dibundle dengan tiket Colosseum.

So happy have been here! Biasanya cuma liat Vatikan dari tayangan misa natal di TV doang, kali ini langsung kesini. Dari dulu udah adore banget ama arsitektur dari Basilica St. Peter, bisa ngerasain atmosfir langsung basilica terbesar di dunia ini ya seneng banget!

Our favorite corner in Cappadocia, mulai dari nongkrong pas sunrise atau buat sunsetan, betah banget disini. Kalau ditanya pengen balik lagi nggak ke Cappadocia? Pengen bangeeeet!

Magnificent sunset at Üzümlü Kilise, Cappadocia. Make sure you go to this spot when you go to Cappadocia, must and worth to visit! Letaknya cuma 7KM dari Goreme, aksesnya mudah banget bagi yang pengen jalan sendiri, bisa bawa kendaraan sendiri tinggal pake google maps sebagai penunjuk arah. Datanglah 1,5 jam sebelum sunset, biar suasana masih sepi dan kita bisa cari spot yang paling nyaman. Di area ini jg tersedia cafe-cafe dengan view panorama sunset.

The gloomy Istanbul, sore kemarin nikmatin pemandangan Blue Mosque dan Hagia Sophia dari Seven Hills rooftop Restaurant. Tempat ini rekomen banget kalau mau liat pemandangan old city pas lagi sunset dengan pemandangan Blue Mosque, Hagia Sophia dan pesisir Istanbul. Sayangnya kemaren cuaca mendung sore harinya dan dingin banget gak karuan tapi tetep bertahan di rooftop sana, karena viewnya cakep banget.

Ini salah satu keseruan pas naik motor keliling Cappadocia kemaren, nemu kuda, langsung febrian jiwa kebapakaannya keluar pengen ngasih makan anaknya. Btw, Goodbye Cappadocia, moga someday bisa balik lagi kesini, bareng siapa? Hahaha sekarang waktunya explore Istanbul. Penasaran banget enaknya ngapain aja dan kemana aja di Istanbul. Ada rekomendasi?

Tempat yang Harus Dikunjungi Ketika di Jepang

Salah satu destinasi favorit gue pas winter di Sapporo, Moerenuma Park. Berjarak sekitar satu jam dari Sapporo station dengan menempuh subway dan bus lokal, menurut gue bisa dijadikan alternatif destinasi kalau pengen explore park yg sepi dan unik, area ini sebenernya lebih diperuntukan untuk kegiatan olahraga. Dan dari puncak Mt. Moere, yg berada ditengah park ini kita bisa melihat seluruh area kota Sapporo.

Yeaaay!!! Puas banget rasanya ketemu winter lagi di Sapporo setelah puas ngeliat pohon-pohon kuning kemerahan pas di Tokyo kemaren. Seneng banget ke Jepang kali ini gue bisa rasain dua musim, autumn di Tokyo, dan winter di Sapporo. Kebayang kan dinginnya kayak apa di dua musim ini? Untuk itu gue udah prepare banget dari awal buat bawa travel essential gue yg isinya baju-baju hangat koleksi Fall/Winter dari uniqlo mulai dari T-shirt HEATTECH Extra Warm Turtle Neck, Wind Proof Warm Line Pants, sampai andalan gue jaket Ultra light Down-nya.
Jadi sekarang gue udah siap banget buat jalan-jalan keliling Jepang di dua musim yg dingin ini.

Sore tadi diajak alvi main ke Jingu Gaien Ginkgo Avenue, nggak lupa difoto-foto juga, mayan kan gue gak perlu repot keluarin kamera. Spotnya cakeeep banget karena banyak banget Pohon Ginkgo yang lagi cantik-cantiknya berwarna kekuningan pas di puncak autumn kayak gini. Buat yg sekarang lagi di Tokyo, bisa nyempetin main kesini, walaupun ruamenyaaaa minta ampun, tapi ini cakep banget nggak rugi kalau kesini.

Autumn in Kyoto itu nggak pernah failed sih, nah salah satu spot cakep buat nikmatin autumn di Kyoto ini adalah Kiyomizu-Dera, salah satu icon wisata di Kyoto yg nggak kalah populernya dengan Fushimi Inari dan Arashiyama.

Sayangnya pas ke Kiyomizu Dera kali ini, temple utamanya lagi di renovasi, jadi ditutup untuk pengunjung, tapi area sekitarnya masih dibuka, dan pekan inj kayaknya lagi cantik-cantiknya. Karena pohon maple disekitar sini sedang bewarna kemerahahan di puncak-puncaknya musim gugur begini, sebelum rontok memasuki musim dingin nanti.

Seneng banget ke Jepang kali ini puas banget ngerasain momiji moment, baik di Kyoto dan Tokyo, keduanya lagi di puncak-puncaknya autumn, jadi hampir semua park yg kita datengin lagi sedang kuning kemerahan semua pepohonannya. Jadi cakep banget!

Traveling Sendirian Selalu Memberikan Banyak Pembelajaran

Disaat emang lagi kangen liburan gini, seneng banget rasanya bisa camping kayak semalem. Salah satu hikmah selama pandemic ini jadi stay lama dirumah, udah hampir 2,5 bulan, dan jadi banyak punya waktu buat explore pantai dekat daerah sendiri. Salah satunya pantai ini, pantai Tanjung Kemirai namanya, enaaaak banget buat dijadiin spot santai, view cakep, masih sepi, tanpa sinyal sama sekali, bakalan balik lagi buat camping disini sih!

Ngebolang lagi hari ini, maen ke Danau Kaolin yg famous ini, mungkin karena kepagian jadi masih sepi, karena katanya bisa rame banget dg pengunjung lainnya pas main kesini, apalagi pas weekend begini.

Walaupun dari kecil sebenernya udah terbiasa liat bekas galian tambang timah ini yg sekarang menampung air bersama berbagai macam endapan mineral sampai akhirnya menjadi danau dengan warna yg cantik ini. Sebenernya nggak cuman biru, danau-danau kaolin disini ada yg berwarna hijau, hijau tosca, kuning hingga hitam pekat, tergantung mineral yg terkandung di dalamnya. Sangat dilarang untuk berenang disini, salah satunya karena kandungan mineral di dalamnya cukup keras.

Salah satu perjalanan solo gue yg paling mengesankan: trip to Ladakh. Nekat dadakan sendiri, bahkan visa bikin 48jam sebelum keberangkatan dan tiket pun beli setelah visa approve. Nekat! Kalau gak gitu gue gak berangkat berangkat ke Ladakh, secara rada trauma solo trip ke India

Tapi ternyata Ladakh berbeda. Mungkin karena lebih dekat ke Tibet area, daerah ini lebih banyak mirip ke arah sana pengaruhnya dari pada ke India itu sendiri. Makanya rada berbeda rasanya. Yg gue rasain bgt di Ladakh itu: hidup dalam kesederhanaa yg seada-adanya, 6D5N journey yg ngajarin banget pelajaran hidup, susah dijelasin, tapi bagi gue perjalanan ke Ladakh itu kayak perjalanan spiritual.

Karena serba keterbatasan tadi, mau nggak mau kita dituntut untuk hidup dalam kesederhanaan, dan di Ladakh inilah kita bisa meraup pelajaran tadi sebanyak-banyaknya. Tinggal di tempat yg sederhana, makan sederhana, dan cara-cara hidup lainnya yg sederhana. Tapi dg view yg spektakuler disana, hidup yg sederhana tadi bikin kita ngerasa bersyukur banget berada diantara keindahannya, damai banget rasanya lingkungan disana, terutama di Pangong Tso area dan Nubrah Valley. Beruntung waktu itu diberi kesempatan buat merasakan pengalaman disana

Pantang Marah Kepada Alam Karena Cuaca

kangen kabut! kangen ketinggian… ga peduli kaya gimana kondisinya di gunung, mau kabut, mau hujan, mau panas, mau dingin yah dinikmatin ajah…
karena setiap hal yg terjadi selalu punya cerita..

yah kalo ga mau kepanasan, kedinginan, atau kehujanan, yah jangan naik gunung hehehe. Hal – hal yang tidak bisa kita kontrol tersebut akan terjadi dan memiliki kemungkinan besar sekali untuk kejadian. Maka dari itu apapun cuacanya tetap bersyukur. Alam punya rencana yang indah dari setiap perjalanan hidup yang kita lewati loh jika bisa memetik hikmahnya.

“karena gunung, alam dan cuaca tidak butuh untuk dicaci maki, mereka ada bukan untuk dikeluhkan ~ mereka ada untuk berbagi dalam keseimbangan” .
*hayyooo siapa yg suka ngeluh di gunung dan maki-maki cuaca?

Waktu kemarin gue kesana, Tambora buat gue adalah gunung yg cukup bersih masih jarang ada sampah. Jalur pendakian dari Desa Pancasila pun tergolong mempunyai vegetasi yg padaaaattt banget.. rapet laahh..
bisa dibilang untuk mencapai ke satu pos dengan pos lainnya dibutuhkan waktu yg lama, krna jalur nya dataar dan panjaaaannngg bangett..

Kawasan kerajaan pacet, tumbuhan jelatang, buah berry, akan ditemuin disepanjang jalan.. hutannya juga masih bagus banget..

gue berharap saat perayaan letusan Tambora dgn targer peserta 15.000 orang selama sebulan ini (menurut info Pak Saiful) tidak merusak keindahan alam di Tambora.
Mohon dengan sangat, siapapun yg ikut ke Tambora, tolong bawa turun sampahnya lagi.. jangan rusak lagi gunung-gunung kami..

mohon jangan ada Vandalisme.. mohon untuk tidak merusak vegetasi Tambora.. biarkan mereka tetap bertumbuh dengan baik.. .
seorang Pendaki yang bijak, tau bagaimana cara memperlakukan alam nya.

gue melihat dunia melalui kacamata yg berbeda…
gue melihat hidup sebagai sebuah perjalanan…
gue melihat alam seperti rumah..
gue melihat waktu sebagai kesempatan..

dan gue menyimpulkan bahwa : “setiap perjalanan akan selalu mempunyai cerita yg berbeda, setiap waktu diberikan untuk menciptakan kesempatan untuk menjelajah setiap sudut alam, hingga nanti waktu berhenti dan saat nya “kembali pulang” ke pangkuan – alam”.

Cara Travel Blogger Jalan Jalan Gratis

Di era serba digital ini, traveling bukan sekedar menjadi hobi semata. Banyak sekali orang yang bisa menghasilkan uang dengan cara menjadi travel blogger. Ada banyak cara kreatif yang kini dapat dilakukan untuk bisa menghasilkan uang dari internet.

Salah satu yang sangat nyata adalah travel blogger. Tentu saja jika melihat sosial media para travel blogger, rasanya sangat senang dan indah sekali. Setiap hari pergi berjalan – jalan keliling dunia namun masih bisa tetap menghasilkan uang.

Nah, Pernah ga sih terpikir bagaimana langkah awal untuk mulai menjadi travel blogger? Berikut ini ada tanya jawab dengan seorang pendaki gunung profesional yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk traveling.

Kemarin-kemarin banyak pertanyaan lucu di comment gue tentang “Bex, kok bisa jalan-jalan mulu caranya gimana?” Okay Anda bertanya Abex menjawab:

– bex, duit nya banyak amat sih jalan-jalan mulu, kok bisa? *gue aminkan dibilang banyak duit 🙂 yah bisa ajah selama ada kemauan pasti bisa jalan2
Ga perlu banyak duit jg sih, cari pekerjaan yg bisa bikin elu jalan-jalan jg bisa…

– bex, om-om nya pasti kaya banget yah?
*hahahhaa… Ga perlu jual diri kok buat jalan-jalan.. Ada Om Abex.

– bex, lu ngabisin uang orang tua yah buat jalan2?
*gue bersyukur sampe skrg belum pernah minta uang ke orang tua gue buat ngetrip
Dan lebih bersyukur lg dgn hasil usaha sendiri .

– bex, kok bisa bolak balik Nepal terus?
* pertama kali kesana gue ada kerjaan, yg kedua gue liburan sama temen-temen gue, yg kemarin gue kerja juga..

– bex, gimana caranya bisa jalan-jalan terus?
* luangin waktu, bikin plan, persiapan dan berangkat deh. Jangan banyak mikir, “Hidup itu Dijalanin, bukan Dipikirin”

Jalan-jalan itu bukan harus destinasi yg jauh kok, keliling musium di jakarta jg udah jalan-jalan. Yg penting ada manfaat dari jalan2 tersebut.
Kalo dapet rezeki buat jalan2 ke destinasi yg jauh, bersyukur dan yg lain gak perlu nyinyir.. Krna nyinyir itu tanda kurang piknik

Soo… Udah kejawab kan?
Usaha… Usaha… Usahaaa..

Lebih Pilih ke Pulau Derawan atau Anambas?

Indonesia punya banyak banget wisata pilihan, apalagi wisata bahari. Sekarang yang lagi ramai dikunjungin sih pasti Komodo dan Lombok. Padahal masih banyak wisata yang gak kalah keren dari dua wisata tersohor itu. Misalnya Derawan dan Anambas.

Selama perjalanan saya ke Anambas bareng @Markitrip, ada satu kesan tentang Anambas yang tersimpan yaitu : PASIRNYA HALUS BANGET! Masih banyak juga pantai-pantai tersembunyi yang belum di eksplor di Kepulauan Anambas. Minusnya sih cuma letaknya aja yang jauh, jadi mungkin banyak orang yang mikir dua kali buat kesana. Padahal, menurut saya worth to visit.

Nah, karena kebetulan saya sekarang lagi di Derawan, mulai besok saya bakal sharing tentang Derawan. Sebenarnya masih banyak banget yang belum diceritain, tapi karena waktu dan tempat jadinya susah juga. Hmmm, kira-kira apa ya di Derawan yang bisa bikin berkesan? Bagi yang udah ke Derawan, apa yang membuat kalian terkesan? Di share dong…

Akhirnya, perjalanan saya mengelilingi Anambas usai sudah. Ternyata, Anambas sangat sangat sangat worth to visit jika pengen nyari keindahan pantai dan underwaternya. Yang jadi masalah ke Anambas adalah bagaimana menyesuaikan waktu yang ada karena kebanyakan perjalanan ke Anambas butuh waktu panjang dan wajib cuti, apalagi kita harus mengikuti jadwal kapal yang notabene ada di hari kerja.

Terbuai Keindahan Pantai Selat Ransang di Kepulauan Anambas

Dan akhir kata, terima kasih kepada teman-teman @Markitrip atas waktunya selama di Anambas, semoga suatu waktu bisa kembali lagi kesini, sekaligus lanjut ke Natuna. Maaf jika merepotkan hihi. Jangan kapoooook nemenin jalan-jalan! Untuk temen-temen yang mau mampir ke Kepulauan Riau, bisa langsung menghubungi temen-temen @Markitrip. Dijamin Jozz Gandozz!

Sebenarnya, setelah perjalanan dari Anambas saya melanjutkan perjalanan ke Batam, Riau, Jambi, dan Bengkulu. Saya bakal sharing cerita perjalanan Sumatera, tapi kali ini saya bakal sharing cerita perjalanan saya jalan-jalan di Kalimantan. Rencananya, perjalanan saya di Kalimantan dimulai dari Berau, lalu bergerak ke atas, Kalimantan Utara, baru turun ke bawah hingga ke Palangkaraya. Semoga seluruh target terselesaikan! Yuhu!

Kira-kira ada yang sejalur sama saya gak ya jalan-jalannya?.

Jenis – Jenis Travelmate, yang Manakah Kamu?

Ada beberapa jenis teman travelling dengan berbagai macam karakter. Nah, kamu yang mana satu? Simak jenis travelmate ala travel blogger Ashari Yudha yang dilansir dari instagramnya yaitu catatanbackpacker.

Sepanjang perjalanan, saya sering menemui berbagai macam jenis travelmate. Ada apa aja sih? Monggo dibaca.
Dimulai dari si GILA. Travelmate macam gini paling asyik buat diajak ngobrol, karena doi punya ide paling gila buat mecahin suasana yang gitu-gitu aja. Minimal dalam satu trip, harus ada si GILA ini.

Lalu, biasanya ada si BIJAK. Nah bijak ini biasanya suka ngasih petuah-petuah yang kadang penting sih, tapi juga kadang nggak penting sama sekali. Bagusnya, traveling kita jadi ada insight lain, nggak hanya cuma satu arah aja.
8 Tip Traveling Bareng Teman Yang Punya Bujet Beda
Yang macam kaya si HUMORIS juga ada. Kerjaannya bikin ngakak mulu. Ngakaknya bukan karena suasananya aja, tapi kadang dia bikin dirinya sendiri bisa dibully agar suasanya jadi lucu. Wajib ada yang kaya gini.

Lalu ada juga si KECE. Sepanjang trip, dia merasa paling ganteng atau cantik lah. Maunya foto selalu ada si dia terus. Kadang suka kesel sih, tapi baguslah jadi kontennya menarik gak muka kita yang flat doang gitu-gitu aja.

Ada juga yang namanya si NGESELIN. Kerjannya iseng mulu. Apa-apa di isengin. Celana kedodoran ditarik lah, sendal dikasih jangkrik lah, dll. Ngeselin sih, tapi seru ngeliatnya nonton yang kena buli. Asal jgn sampai kita yang kena buli.

Si CUEK juga jangan lupa. Keliatannya sih apatis ya, apa-apa main sendiri. Tapi percayalah, kadang dia itu care banget, dan carenya dalam bentuk yang kita nggak pahami. Sedikit aneh lah.

Jangan lupa sama si TUKANG PINJEM. Apa-apa minjem, ntar dibalikin. Ujung2nya gak dibalikin. Ini harus ditagih sih. Wajib!

Lalu ada juga si TUKANG TIDUR. Jauh2 jalan cuma buat tidur doang. Mending dirumah aja tidur mah, ngapain jalan. Betul ?

Ada juga si SELEBGRAM. Tiap jalan ribet bikin ngurusin konten, foto endorse dll. Wajar sih, duitnya dari situ. Tapi kadang keliatan sibuk sendiri, sampai lupa menikmati perjalanan. Wajib di remind.

Yang terakhir, jangan lupa si KORBAN. Kerjanya kena buli dari awal hingga akhir perjalanan. Entah karena umurnya, atau kelakuannya, atau emang mukanya cocok buat dibuli. Kadang ada sih yang emang seneng dibuli, tapi kasian juga ngeliatnya.